mencari apa yang menjadi sebab ketakutan ku atas kehilanganmu
dan kepergian akan dirimu,
mungkin aku akan didalam tekanan..
ketika aku menemukannya,
aku hanya berkata tentang dirimu..
aku hanya berucap pada setiap pembicaraan ini
puisi untuk seseorang yang berarti :)
aku akan berkata padamu dari hati tercintaku
"jangan menjauh jika aku mendekat, karena aku akan berada disampingmu"
mungkin aku berkata itu dengan hati terdalamku..
feb_fas
Selasa, 18 Desember 2012
Kamis, 22 November 2012
Tentang AGAMA
Agama
Agama menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan,
atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan
ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan
tersebut.
Kata
"agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti
"tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi
yang berasal dari bahasa Latin religio
dan berakar pada kata kerja re-ligare
yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi,
seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.
Beberapa pendapat
- Dalam
bahasa Sansekerta
- Kata
"agama" berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti
"tradisi".
- Dalam
bahasa Sansekerta artinya tidak bergerak (Arthut Mac Donnell).
- Agama
itu kata bahasa Sansekerta (yaitu bahasa agama Brahma pertama yang berkitab Veda) ialah peraturan menurut konsep Veda (Dr. Muhammad Ghalib).
- Dalam
bahasa Latin
- Agama
itu hubungan antara manusia dengan manusia super (Servius)
- Agama
itu pengakuan dan pemuliaan kepada Tuhan (J. Kramers Jz)
- Dalam
bahasa Eropa
- Agama
itu sesuatu yang tidak dapat dicapai hanya dengan tenaga akal dan pendidikan
saja (Mc. Muller dan Herbert Spencer).
- Agama
itu kepercayaan kepada adanya kekuasan mengatur yang bersifat luar biasa,
yang pencipta dan pengendali dunia, serta yang telah memberikan kodrat
ruhani kepada manusia yang berkelanjutan sampai sesudah manusia mati
(A.S. Hornby, E.V Gatenby dan Wakefield)
- Dalam
bahasa Indonesia
- Agama
itu hubungan manusia dengan Yang Maha Suci yang dinyatakan dalam bentuk
suci pula dan sikap hidup berdasarkan doktrin tertentu (Drs. Sidi
Gazalba).
- Agama
adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut
dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan
kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut (Kamus
Besar Bahasa Indonesia, 1997)
- Dalam
bahasa Arab
- Agama
dalam bahasa arab ialah din, yang artinya :
- taat
- takut
dan setia
- paksaan
- tekanan
- penghambaan
- perendahan
diri
- pemerintahan
- kekuasaan
- siasat
- balasan
- adat
- pengalaman
hidup
- perhitungan
amal
- hujan
yang tidak tetap turunnya
- dll
- Sinonim
kata din dalam bahasa arab ialah milah. Bedanya, milah lebih memberikan
titik berat pada ketetapan, aturan, hukum, tata tertib, atau doktrin dari
din itu.
Definisi
Definisi
tentang agama dipilih yang sederhana dan meliputi. Artinya definisi ini
diharapkan tidak terlalu sempit atau terlalu longgar tetapi dapat dikenakan
kepada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama
itu. Untuk itu terhadap apa yang dikenal sebagai agama-agama itu perlu dicari
titik persamaannya dan titik perbedaannya.
Manusia
memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannnya
menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa diluar dirinya. Sesuatu
yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber
yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri.
Misal Tuhan, Dewa,
God, Syang-ti,
Kami-Sama
dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa,
Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige dll.
Keyakinan
ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara
menghambakan diri , yaitu :
·
menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan
yakin berasal dari Tuhan
·
menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal
dari Tuhan
Dengan
demikian diperoleh keterangan yang jelas, bahwa agama itu penghambaan
manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah
manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau
ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut
agama.
Cara Beragama
Berdasarkan cara
beragamanya :
- Tradisional,
yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragamanya
nenek moyang, leluhur atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pada
umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru
atau pembaharuan. Apalagi bertukar agama, bahkan tidak ada minat. Dengan
demikian kurang dalam meningkatkan ilmu amal keagamaanya.
- Formal,
yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya
atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragamanya orang
yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Pada umumnya tidak kuat
dalam beragama. Mudah mengubah cara beragamanya jika berpindah lingkungan
atau masyarakat yang berbeda dengan cara beragamnya. Mudah bertukar agama
jika memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain agamanya. Mereka ada
minat meningkatkan ilmu dan amal keagamaannya akan tetapi hanya mengenai
hal-hal yang mudah dan nampak dalam lingkungan masyarakatnya.
- Rasional,
yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu
mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan
pengetahuan, ilmu dan pengamalannya. Mereka bisa berasal dari orang yang
beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama
sekalipun.
- Metode
Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan
penggunaan akal dan hati (perasaan) dibawah wahyu. Untuk itu mereka selalu
berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan
dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang yang
dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang
dibawa oleh utusan dari Sesembahannya semisal Nabi atau Rasul sebelum
mereka mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar (berpegang teguh) dengan itu
semua.
Agama di Indonesia
Artikel utama: agama di Indonesia
Enam agama besar yang
paling banyak dianut di Indonesia, yaitu: agama Islam,
Kristen (Protestan) dan Katolik, Hindu,
Buddha, dan Konghucu. Sebelumnya, pemerintah Indonesia
pernah melarang pemeluk Konghucu melaksanakan agamanya secara terbuka. Namun,
melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut larangan
tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran agama Konghucu yang
mengalami diskriminasi dari pejabat-pejabat pemerintah. Ada juga penganut agama
Yahudi, Saintologi, Raelianisme dan lain-lainnya, meskipun jumlahnya
termasuk sedikit.
Menurut Penetapan
Presiden (Penpres) No.1/PNPS/1965 junto Undang-undang No.5/1969 tentang
Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan agama dalam penjelasannya pasal demi
pasal dijelaskan bahwa Agama-agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk
Indonesia adalah: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Meskipun demikian bukan berarti agama-agama dan kepercayaan lain tidak boleh
tumbuh dan berkembang di Indonesia. Bahkan pemerintah berkewajiban mendorong
dan membantu perkembangan agama-agama tersebut.
Sebenarnya tidak ada
istilah agama yang diakui dan tidak diakui atau agama resmi dan tidak resmi di
Indonesia, kesalahan persepsi ini terjadi karena adanya SK (Surat Keputusan)
Menteri dalam negeri pada tahun 1974 tentang pengisian kolom agama pada KTP yang
hanya menyatakan kelima agama tersebut. Tetapi SK (Surat Keputusan) tersebut
telah dianulir pada masa Presiden Abdurrahman Wahid karena dianggap
bertentangan dengan Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945 tentang Kebebasan
beragama dan Hak Asasi Manusia.
Selain itu, pada masa
pemerintahan Orde Baru juga dikenal Kepercayaan
Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang ditujukan kepada sebagian orang
yang percaya akan keberadaan Tuhan, tetapi bukan pemeluk salah satu dari agama
mayoritas.
Daftar agama-agama
Bunga ku
Dan kini nampak kejauhanmu di mataku..
Tangismu yang dulu.. hatimu yang dulu..
seolah terkikis debu
Kerinduanmu yang dulu.. janjimu yang dulu..
seolah telah layu
Akankah semua mati ?
Akankah semua pergi ?
Ketahuilah..
Disini tak ada yang bisa menggantikan bunga sepertimu
Dan tak akan pernah ku petik bunga mu..
walau kau telah layu kepadaku :)
Karena bungamu akan selalu ku jaga
kurawat dan ku semaikan..
Sampai hati ini merekah di pelukmu :')
Tangismu yang dulu.. hatimu yang dulu..
seolah terkikis debu
Kerinduanmu yang dulu.. janjimu yang dulu..
seolah telah layu
Akankah semua mati ?
Akankah semua pergi ?
Ketahuilah..
Disini tak ada yang bisa menggantikan bunga sepertimu
Dan tak akan pernah ku petik bunga mu..
walau kau telah layu kepadaku :)
Karena bungamu akan selalu ku jaga
kurawat dan ku semaikan..
Sampai hati ini merekah di pelukmu :')
Senin, 12 November 2012
Puisi Jemari mu :)
Dan tak kan pernah kulepaskan jemari indahmu
Itu seuntai harapan dan janjiku
Laksana permata dan permadani
yang akan kujaga dan ku bawa terbang :)
Kini aku tlah nyata ..
dan sungguh nyata didepanmu
Beribu ombak yang berderai
tak mampu mengalahkan deral hati yang membuncah
Percayalah
janji akan kita tepati bersama :)
Itu seuntai harapan dan janjiku
Laksana permata dan permadani
yang akan kujaga dan ku bawa terbang :)
Kini aku tlah nyata ..
dan sungguh nyata didepanmu
Beribu ombak yang berderai
tak mampu mengalahkan deral hati yang membuncah
Percayalah
janji akan kita tepati bersama :)
Senin, 29 Oktober 2012
Setiaku
Bila kau tau sepi yang kurasakan..
Berat dalam jiwa dan hati ini
ku disini hanya berteman bayangmu..
Menunggu tiada henti dan tanpa henti :)
Setiaku kupersembahkan untukmu..
Semoga tak kan terkikis oleh waktu
Setiaku kupersembahkan untukmu..
Jangan pernah kau ragukan aku :)
Berat dalam jiwa dan hati ini
ku disini hanya berteman bayangmu..
Menunggu tiada henti dan tanpa henti :)
Setiaku kupersembahkan untukmu..
Semoga tak kan terkikis oleh waktu
Setiaku kupersembahkan untukmu..
Jangan pernah kau ragukan aku :)
Rabu, 24 Oktober 2012
Puisi Cinta Falsa
CINTA ITU INDAH
Cinta itu indah ..
Saat senang atau susah
Tak pernah ku menyesal telah memilih dirimu..
Dengan perbedaan yang ada, namun kita masih bersamaKadang aku yang egois, dan kamu yang selalu tak peduli
Dan sikapku yang tak mau tau, dan kamu yang tak bisa mengalah
Oh cinta ini indah saat kita bersama..
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu mencinta..
Oh cinta ini indah saat kita bersama..
Dan bila bosan benci menghampiri
Cintakan membawa kita kembali :)
Selasa, 23 Oktober 2012
Kumpulan Catatan Baru
Ukhtiku ...
Dimanapun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah :)
Telah ku lihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku didalam hari* mu .
Percayalah padaku, akupun rindu akan hadirmu :)
aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
karena jalan ini masih panjang :)
banyak hal yang menghadang
hatiku pun melagu dalam nada angan .
seolah sedetik tiada tersisakan
resah hati tak mampu kuhindarkan
tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan :)
Ukhtiku ...
jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan dalam hatimu .
percayala pada-Nya , yang Maha pemberi cinta :)
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir .
yakinlah .. saat itu pasti akan tiba .
Bila kau jadi istriku kelak, jangan pernah berhenti memiliki aku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
tunjukkan padaku kau kan selalu mencintaiku
hanya engkau yang aku harap
telah lama kuharap hadirmu disini
meski sulit, harus kudapatkan :)
Senin, 22 Oktober 2012
Rumus Matematika Logika
F. MENERAPKAN LOGIKA MATEMATIKA DALAM
PEMECAHAN DALAM PEMECAHAN MASALAH YANG
BERKAITAN DENGAN PERNYATAAN MAJEMUK DAN
PERNYATAAN BERKUANTOR.
A.
Mendiskripsikan Pernyataan dan bukan Pernyataan (Kalimat Terbuka).
1. Pernyataan
1.1. Pengertian Pernyataan .
Pernyataan adalah kalimat
yang hanya benar saja atau salah saja, akan tetapi tidak sekaligus benar dan
salah.
1.2. Lambang dan nilai kebenaran suatu
pernyataan
Dalam matematika , pernyataan-pernyataan
dengan huruf kecil,seperti a , b ,
p dan q.Perhatikan contoh berikut
!
1.3. Kalimat Terbuka.
Kalimat terbuka adalah
kalimat yang masih mengandung variabel, sehingga
belum dapat ditentukan nilai kebenarannya (benar atau salah). Kalimat
terbuka
tersebut dapat diubah menjadi bentuk pernyataan, jika variabelnyadiganti
dengan
suatu konstanta.
Contoh :
a)
Kalimat terbuka : x + 5 = 9
Jika
variabelnya diganti dengan 4 maka 4 + 5 = 9 (pernyataan benar)
b)
Jika variabelnya diganti dengan 7 maka 7 + 5 = 12
(Pernyataan salah)
B.
Mendeskripsikan, Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi, Biimplikasi Dan
Ingkaranya.
B.1.
Pernyataan Majemuk.
Apabila suatu pernyataan
terdiri lebih dari satu pernyataan maka diantara satu
pernyataan dengan pernyataan lainnya
dibutuhkan suatu kata penghubung sehingga
diperoleh suatu pernyataan majemuk.
Untuk Logika matematika ada 5
macam penghubung pernyataan yaitu
ingkaran (negasi) (tidak),
konjungsi (dan), disjungsi (atau),implikasi(jika…maka…)
dan biimplikasi (jika dan hanya
jika).
|
Operasi Logika
|
Penghubung
|
Lambang
|
|
Ingkaran
|
Tidak, non
|
|
|
Konjungsi
|
Dan
|
|
|
Disjungsi
|
Atau
|
|
|
Implikasi
|
Jika….maka….
|
|
|
Biimplikasi
|
Jika dan hanya jika
|
|
Ingkaran, konjungsi, disjungsi,
implikasi dan biimplikasi disebut operasi dalam
logika.Simbol-simbol dari operasi
dalam logika diberikan dalam tabel berikut.
Ingkaran atau Negasi atau penyangkalan
Nilai kebenaran dapat dituliskan dalam bentuk tabel
yang dinamakan tabel kebenaran seperti berikut.
|
p
|
~ p
|
|
B
S
|
S
B
|
1.2.
Operasi Konjungsi
Operasi konjungsi merupakan operasi
biner (operasi yang dikenakan pada dua
pernyataan) yang dilambangkan dengan
tanda “
”. Dengan operasi ini dua
pernyataan dihubungkan dengan kata “ dan
“.
Jika
p dan q dua pernyataan , maka p
q bernilai benar jika p dan q keduanya
bernilai benar, sebaliknya p
q bernilai salah jika salah satu dari p atau q bernilai
salah atau keduanya salah.
Tabel nilai kebenaran
dari operasi konjungsi.
|
p
|
q
|
p
|
|
B
B
S
S |
B
S
B
S
|
B
S
S
S |
1.3. Operasi Disjungsi
Operasi disjungsi juga merupakan
operasi binary yang dilambangkan dengan tanda
”
”. Operasi ini menggabungkan dua pernyataan menjadi satu
dengan kata
hubungan “atau”.
Jika p dan q dua pernyataan maka p
q bernilai benar jika p dan q keduanya
bernilai benar atau salah salah satu
dari p atau q bernilai benar, sebaliknya p
q
bernilai salah jika keduanya bernilai
salah.
Tabel nilai kebenaran Disjungsi
|
p
|
q
|
p
|
|
B
B
S
S |
B
S
B
S
|
B
B
B
S |
1.4. Operasi
Implikasi.
Operasi implikasi (kondisional)
adalah operasi penggabungan dua pernyataan yang
menggunakan kata hubung “ jika …. Maka
….” Yang dilambangkan “
“.
Implikasi dari pernyataan p dan q
ditulis p
q dan dibaca “ jika p maka q”.
Pernyataan bersyarat p
q juga dapat dibaca “ p hanya jika q” atau “ p adalah
syarat cukup bagi q atau “ q adalah
syarat perlu bagi p”.
Dalam pernyataan p
q
p disebut hipotesa / anteseden / sebab
q disebut koklusi / konequen /
akibat
Jika p dan q dua buah pernyataan
maka p
q salah jika p benar dan q
salah,dalam kemungkinan lainnya p
q benar.
Tabel nilai kebenaran operasi implikasi
|
p
|
q
|
p
|
|
B
B
S
S
|
B
S
B
S
|
B
S
B
B
|
1.5. Operasi Biimplikasi (
Bikondisional).
Biimplikasi yaitu pernyataan majemuk
yang menggunakan kata hubung “……jika
dan hanya jika …..” dinotasikan “
” .
Biimplikasi dari pernyataan p dan q
ditulis p
q dibaca p jika dan hanya jika q.
Pernyataan p
q dapat juga dibaca :
1)
p equivalent q
2)
p adalah syarat perlu dan cukup bagi q
Jika pdan q dua buah pernyatan maka p
q benar bila kedua pernyataan
tersebut mempunyai nilai kebenaran yang sama, sebaliknya p
q salah bila salah satu salah , atau salah
satu benar .
Tabel nilai kebenaran operasi
Biimplikasi.
|
p
|
q
|
p
|
|
B
B
S
S
|
B
S
B
S
|
B
S
S
B
|
1.6. Menentukan Nilai Kebenaran
Pernyataan Majemuk.
Dari pernyataan-pernyataan
tunggal p, q, r, . . . dan dengan menggunakan operasi-opersi
pernyataan negasi (~), konjungsi (
), disjungsi (
), implikasi (
) dan biimplikasi (
)
dapat disusun suatu pernyataan majemuk
yang lebih rumit.
Contoh : 1) ~( p
~q)
2) ~
3) 
Nilai kebenaran pernyataan majemuk
seperti itu dapat ditentukan dengan menggunakan
pertolongan tabel kebenaran dasar untuk
negasi, konjungsi, disjungsi , implikasi dan
biimplikasi yang telah dibahas di
depan.Untuk memahami cara-cara menentukan nilai
kebenaran pernyataanmajemuk yang lebih
rumit ,perhatikan contoh berikut .
Contoh 1: Tentukan nilai kebenaran
pernyataan majemuk ~ ( p
~q ).
Jawab
:
|
p
|
q
|
~q
|
(
p
|
~
( p
|
|
B
B
S
S
|
B
S
B
S
|
S
B S B |
B
B
S
B
|
S
S
B
S
|
Jadi nilai kebenaran pernyataan majemuk ~ ( p
C.
Mendeskripsikan Invers, Konvers Dan Kontraposisi
Dari suatu pernyataan bersyarat “ p
q ” yang diketahui dapat dibuat pernyataan lain
sebagai berikut :
1)
q
p disebut pernyataan Konvers dari p
q
2)
~p
~q disebut pernyataan Invers dari p
q
3)
~q
~p disebut pernyataan Kontraposisi dari p
q
Untuk semua kemungkinan nilai kebenaran pernyataan-pernyataan komponen p
dan q, hubungan nilai kebenaran konvers, invers, dan kontraposisi dengan
implikasi semula, dapat ditunjukkan dengan memakai tabel kebenaran .
Tabel hubungan nilai kebenaran q
p, ~p
~q , ~q
~p dengan
p
q
|
|
Implikasi
|
Konvers
|
Invers
|
Kontraposisi
|
|||
|
p
|
q
|
~p
|
~q
|
p
|
q
|
~p
|
~q
|
|
B
|
B
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
|
B
|
S
|
S
|
B
|
S
|
B
|
B
|
S
|
|
S
|
B
|
B
|
S
|
B
|
S
|
S
|
B
|
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
Dari tabel diatas ternyata :
Suatu implikasi yang salah konversnya benar, tetapi
implikasinya yang benar
C.1. Negasi
Pernyataan Majemuk
Untuk menentukan negasi dari
pernyataan majemuk dapat digunakan sifat-sifat negasi
pernyataan majemuk pada tabel berikut ini:
|
Operasi
|
Lambang
|
Negasi
|
|
Konjungsi
|
|
|
|
Disjungsi
|
|
|
|
Implikasi
|
|
|
|
Biimplikasi
|
|
|
Contoh : Tentukan negasi dari pernyataan
majemuk berikut !
D. Menerapkan Modus ponens,
modus tollens dan prinsip silogisme Dalam Menarik
Kesimpulan
Dasar-dasar
logika matematika yang telah kita pelajari pada subbab terdahulu akan diterapkan
lebih lanjut dalam proses penarikan kesimpulan . Suatu proses penarikan
kesimpulan terdiri atas beberapa pernyataanyang dikeahui (disebut premis),
Kemudian dengan memakai prinsip logika dapat diturunkan suatu pernyataan baru
yang ditarik dari premis-premis semula (disebut kesimpulan / konklusi).
Penarikan seperti itu disebut argumentasi. Kalau konjungsi dari premis-premis
berimplikasi konklusi maka argumentasi itu dikatakan berlaku atau
sah.Sebaliknya, kalau konjungsi dari premis-premis tidak berimplikasi konklusi
maka argumentasi itu dikatakan tidak sah. Jadi suatu argumentasi dikatakan sah
kalau premis-premisnya benar maka konklusinya juga benar.
Dalam
subbab ini kita akan mempelajari beberapa cara penarikan kesimpulan,
diantaranya adalah Modus Ponens, Modus Tollens, dan Silogisme.
D.1. Modus Ponens
Jika
benar dan p benar maka
q benar.
Skema argumen dapat ditulis
sebagai berikut :
p . . . . . . premis 2
Dalam bentuk
implikasi, argumentasi tersebut dapat dituliskan sebagai
majemuk yang
selalu benar untuk semua kemungkinan nilai kebenaran dari
pernyataan-pernyataan komponennya.
Tabel nilai
kebenaran dari 
|
p
|
q
|
|
|
|
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
|
S
|
B
|
B
|
S
|
B
|
|
S
|
S
|
B
|
S
|
B
|
Dari
tabel pada kolom (5) tampak bahwa
merupakan
tautologi,jadi
argumen tersebut sah.
D.2. Modus Tollens
Jika
benar dan
benar maka p benar
Skema argumen dapat ditulis
sebagai berikut:
~q . . . . . premis 2
Dalam bentuk
implikasi, modus tollens dapat dituliskan sebagai
,sah
atau tidaknya
modus tollens dapat diuji dengan tabel kebenaran sebagai berikut !
Tabel nilai kebenaran 
|
p
|
q
|
~p
|
~q
|
|
|
|
|
B
|
B
|
S
|
S
|
B
|
S
|
B
|
|
B
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
B
|
|
S
|
B
|
B
|
S
|
B
|
S
|
B
|
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
Dari tabel pada
kolom 7 tampak bahwa
merupakan tautologi. Jadi
modus tollens
merupakan argumentasi yang sah .
D.3. Silogisma
Dari premis-premis
dan
dapat ditarik konklusi
. Penarikan kesimpulan seperti ini disebut kaidah silogisma .
Skema argumnya dapat dinyatakan sebagai berikut :
Dalam bentuk implikasi, silogisme
dapat dituliskan sebagai
sah atau tidaknya
silogisme dapat diuji dengan tabel kebenaran sebagai berikut :
Tabel nilai kebenaran
.
|
p
|
q
|
r
|
|
|
|
|
|
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
|
B
|
B
|
S
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
|
B
|
S
|
B
|
S
|
B
|
B
|
S
|
B
|
|
B
|
S
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
B
|
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
|
S
|
B
|
S
|
B
|
S
|
B
|
S
|
B
|
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
|
S
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
B
|
Dari tabel pada
kolom (8) tampak bahwa
merupakan
tautologi. Jadi
silogisme merupakan argumentasi yang sah.
Langganan:
Komentar (Atom)
