tulisan berjalan

Selasa, 18 Desember 2012

Puisi untuk seseorang yang berarti :)

mencari apa yang menjadi sebab ketakutan ku atas kehilanganmu
dan kepergian akan dirimu,
mungkin aku akan didalam tekanan..
ketika aku menemukannya,
aku hanya berkata tentang dirimu..
aku hanya berucap pada setiap pembicaraan ini
puisi untuk seseorang yang berarti :)
aku akan berkata padamu dari hati tercintaku
"jangan menjauh jika aku mendekat, karena aku akan berada disampingmu"
mungkin aku berkata itu dengan hati terdalamku..

feb_fas

Kamis, 22 November 2012

Tentang AGAMA


Agama

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.
Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

Beberapa pendapat

  1. Dalam bahasa Sansekerta
    1. Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "tradisi".
    2. Dalam bahasa Sansekerta artinya tidak bergerak (Arthut Mac Donnell).
    3. Agama itu kata bahasa Sansekerta (yaitu bahasa agama Brahma pertama yang berkitab Veda) ialah peraturan menurut konsep Veda (Dr. Muhammad Ghalib).
  2. Dalam bahasa Latin
    1. Agama itu hubungan antara manusia dengan manusia super (Servius)
    2. Agama itu pengakuan dan pemuliaan kepada Tuhan (J. Kramers Jz)
  3. Dalam bahasa Eropa
    1. Agama itu sesuatu yang tidak dapat dicapai hanya dengan tenaga akal dan pendidikan saja (Mc. Muller dan Herbert Spencer).
    2. Agama itu kepercayaan kepada adanya kekuasan mengatur yang bersifat luar biasa, yang pencipta dan pengendali dunia, serta yang telah memberikan kodrat ruhani kepada manusia yang berkelanjutan sampai sesudah manusia mati (A.S. Hornby, E.V Gatenby dan Wakefield)
  4. Dalam bahasa Indonesia
    1. Agama itu hubungan manusia dengan Yang Maha Suci yang dinyatakan dalam bentuk suci pula dan sikap hidup berdasarkan doktrin tertentu (Drs. Sidi Gazalba).
    2. Agama adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1997)
  5. Dalam bahasa Arab
    1. Agama dalam bahasa arab ialah din, yang artinya :
      • taat
      • takut dan setia
      • paksaan
      • tekanan
      • penghambaan
      • perendahan diri
      • pemerintahan
      • kekuasaan
      • siasat
      • balasan
      • adat
      • pengalaman hidup
      • perhitungan amal
      • hujan yang tidak tetap turunnya
      • dll
    2. Sinonim kata din dalam bahasa arab ialah milah. Bedanya, milah lebih memberikan titik berat pada ketetapan, aturan, hukum, tata tertib, atau doktrin dari din itu.

Definisi

Definisi tentang agama dipilih yang sederhana dan meliputi. Artinya definisi ini diharapkan tidak terlalu sempit atau terlalu longgar tetapi dapat dikenakan kepada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Untuk itu terhadap apa yang dikenal sebagai agama-agama itu perlu dicari titik persamaannya dan titik perbedaannya.
Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannnya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa diluar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan, Dewa, God, Syang-ti, Kami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige dll.
Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
·         menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan
·         menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan
Dengan demikian diperoleh keterangan yang jelas, bahwa agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.

Cara Beragama

Berdasarkan cara beragamanya :
  1. Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragamanya nenek moyang, leluhur atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pada umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau pembaharuan. Apalagi bertukar agama, bahkan tidak ada minat. Dengan demikian kurang dalam meningkatkan ilmu amal keagamaanya.
  2. Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragamanya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Pada umumnya tidak kuat dalam beragama. Mudah mengubah cara beragamanya jika berpindah lingkungan atau masyarakat yang berbeda dengan cara beragamnya. Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain agamanya. Mereka ada minat meningkatkan ilmu dan amal keagamaannya akan tetapi hanya mengenai hal-hal yang mudah dan nampak dalam lingkungan masyarakatnya.
  3. Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalannya. Mereka bisa berasal dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama sekalipun.
  4. Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) dibawah wahyu. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang yang dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang dibawa oleh utusan dari Sesembahannya semisal Nabi atau Rasul sebelum mereka mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar (berpegang teguh) dengan itu semua.

Agama di Indonesia

Artikel utama: agama di Indonesia
Enam agama besar yang paling banyak dianut di Indonesia, yaitu: agama Islam, Kristen (Protestan) dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sebelumnya, pemerintah Indonesia pernah melarang pemeluk Konghucu melaksanakan agamanya secara terbuka. Namun, melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut larangan tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran agama Konghucu yang mengalami diskriminasi dari pejabat-pejabat pemerintah. Ada juga penganut agama Yahudi, Saintologi, Raelianisme dan lain-lainnya, meskipun jumlahnya termasuk sedikit.
Menurut Penetapan Presiden (Penpres) No.1/PNPS/1965 junto Undang-undang No.5/1969 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan agama dalam penjelasannya pasal demi pasal dijelaskan bahwa Agama-agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Meskipun demikian bukan berarti agama-agama dan kepercayaan lain tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia. Bahkan pemerintah berkewajiban mendorong dan membantu perkembangan agama-agama tersebut.
Sebenarnya tidak ada istilah agama yang diakui dan tidak diakui atau agama resmi dan tidak resmi di Indonesia, kesalahan persepsi ini terjadi karena adanya SK (Surat Keputusan) Menteri dalam negeri pada tahun 1974 tentang pengisian kolom agama pada KTP yang hanya menyatakan kelima agama tersebut. Tetapi SK (Surat Keputusan) tersebut telah dianulir pada masa Presiden Abdurrahman Wahid karena dianggap bertentangan dengan Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945 tentang Kebebasan beragama dan Hak Asasi Manusia.
Selain itu, pada masa pemerintahan Orde Baru juga dikenal Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang ditujukan kepada sebagian orang yang percaya akan keberadaan Tuhan, tetapi bukan pemeluk salah satu dari agama mayoritas.

Daftar agama-agama






Bunga ku

Dan kini nampak kejauhanmu di mataku..
Tangismu yang dulu.. hatimu yang dulu..
seolah terkikis debu
Kerinduanmu yang dulu.. janjimu yang dulu..
seolah telah layu

Akankah semua mati ?
Akankah semua pergi ?

Ketahuilah..
Disini tak ada yang bisa menggantikan bunga sepertimu
Dan tak akan pernah ku petik bunga mu..
walau kau telah layu kepadaku :)
Karena bungamu akan selalu ku jaga
kurawat dan ku semaikan..
Sampai hati ini merekah di pelukmu :')

Senin, 12 November 2012

Puisi Jemari mu :)

Dan tak kan pernah kulepaskan jemari indahmu
Itu seuntai harapan dan janjiku
Laksana permata dan permadani
yang akan kujaga dan ku bawa terbang :)

Kini aku tlah nyata ..
dan sungguh nyata didepanmu
Beribu ombak yang berderai
tak mampu mengalahkan deral hati yang membuncah

Percayalah
janji akan kita tepati bersama :)

Senin, 29 Oktober 2012

Setiaku

Bila kau tau sepi yang kurasakan..
Berat dalam jiwa dan hati ini
ku disini hanya berteman bayangmu..
Menunggu tiada henti dan tanpa henti :)

Setiaku kupersembahkan untukmu..
Semoga tak kan terkikis oleh waktu
Setiaku kupersembahkan untukmu..
Jangan pernah kau ragukan aku :)

Rabu, 24 Oktober 2012

Puisi Cinta Falsa

 CINTA ITU INDAH


Cinta itu indah ..
Saat senang atau susah
Tak pernah ku menyesal telah memilih dirimu..
 Dengan perbedaan yang ada, namun kita masih bersama
Kadang aku yang egois, dan kamu yang selalu tak peduli
Dan sikapku yang tak mau tau, dan kamu yang tak bisa mengalah

Oh cinta ini indah saat kita bersama..
Tak perduli saat senang dan saat susah
Kita kan selalu mencinta..

Oh cinta ini indah saat kita bersama..
Dan bila bosan benci menghampiri
Cintakan membawa kita kembali :)

Selasa, 23 Oktober 2012

Kumpulan Catatan Baru








Ukhtiku ...

Dimanapun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah :)
Telah ku lihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku didalam hari* mu .
Percayalah padaku, akupun rindu akan hadirmu :)

aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
karena jalan ini masih panjang :)
banyak hal yang menghadang
hatiku pun melagu dalam nada angan .
seolah sedetik tiada tersisakan
resah hati tak mampu kuhindarkan
tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan :)

Ukhtiku ...

jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan dalam hatimu .
percayala pada-Nya , yang Maha pemberi cinta :)
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir .
yakinlah .. saat itu pasti akan tiba .

Bila kau jadi istriku kelak, jangan pernah berhenti memiliki aku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
tunjukkan padaku kau kan selalu mencintaiku
hanya engkau yang aku harap
telah lama kuharap hadirmu disini
meski sulit, harus kudapatkan :)

Senin, 22 Oktober 2012

Rumus Matematika Logika


F.  MENERAPKAN LOGIKA MATEMATIKA DALAM  
     PEMECAHAN DALAM   PEMECAHAN MASALAH YANG
     BERKAITAN DENGAN PERNYATAAN MAJEMUK  DAN
     PERNYATAAN BERKUANTOR.

A. Mendiskripsikan Pernyataan dan bukan Pernyataan (Kalimat Terbuka).
1. Pernyataan
                      1.1. Pengertian Pernyataan .
Pernyataan adalah kalimat yang hanya benar saja atau salah saja, akan tetapi tidak sekaligus benar dan salah.
      1.2. Lambang dan nilai kebenaran suatu pernyataan
                    Dalam matematika , pernyataan-pernyataan dengan huruf kecil,seperti a , b ,
             p dan q.Perhatikan contoh berikut !
       1.3. Kalimat Terbuka.
                     Kalimat terbuka adalah kalimat yang masih mengandung variabel, sehingga
              belum dapat ditentukan nilai kebenarannya (benar atau salah). Kalimat terbuka
              tersebut dapat diubah menjadi bentuk pernyataan, jika variabelnyadiganti dengan
              suatu konstanta.
              Contoh :
a)      Kalimat terbuka : x + 5 = 9
Jika variabelnya diganti dengan 4 maka 4 + 5 = 9 (pernyataan benar)
b)      Jika variabelnya diganti dengan 7 maka 7 + 5 = 12 (Pernyataan salah)
B. Mendeskripsikan, Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi, Biimplikasi Dan
     Ingkaranya.
B.1. Pernyataan Majemuk.
                 Apabila suatu pernyataan terdiri lebih dari satu pernyataan maka diantara satu
        pernyataan dengan pernyataan lainnya dibutuhkan suatu kata penghubung sehingga
        diperoleh suatu pernyataan majemuk.
                  Untuk Logika matematika ada 5 macam penghubung pernyataan yaitu
         ingkaran (negasi) (tidak), konjungsi (dan), disjungsi (atau),implikasi(jika…maka…)
         dan biimplikasi (jika dan hanya jika).

Operasi Logika
Penghubung
Lambang

Ingkaran
Tidak, non
~ atau -
Konjungsi
Dan
Disjungsi
Atau
Implikasi
Jika….maka….
Biimplikasi
Jika dan hanya jika


         Ingkaran, konjungsi, disjungsi, implikasi dan biimplikasi disebut operasi dalam
         logika.Simbol-simbol dari operasi dalam logika diberikan dalam tabel berikut.
Ingkaran atau Negasi atau penyangkalan
Nilai kebenaran dapat dituliskan dalam bentuk tabel yang dinamakan tabel kebenaran seperti berikut.




p
~ p
B
S
S
B

1.2. Operasi Konjungsi
       Operasi konjungsi merupakan operasi biner (operasi yang dikenakan pada dua
       pernyataan) yang dilambangkan dengan tanda “”. Dengan operasi ini dua
       pernyataan dihubungkan dengan kata “ dan “.

       Jika p dan q dua pernyataan , maka pq bernilai benar jika p dan q keduanya
       bernilai benar, sebaliknya pq bernilai salah jika salah satu dari p atau q bernilai
       salah atau keduanya salah.
Tabel nilai kebenaran dari operasi konjungsi.
                  
p
q
pq
B
B
S
S
B
S
B
S
B
S
S
S

1.3. Operasi Disjungsi
       Operasi disjungsi juga merupakan operasi binary yang dilambangkan dengan tanda 
       ””. Operasi ini menggabungkan dua pernyataan menjadi satu dengan kata
        hubungan “atau”.
        Jika p dan q dua pernyataan maka pq bernilai benar jika p dan q keduanya
        bernilai benar atau salah salah satu dari p atau q bernilai benar, sebaliknya pq  
       bernilai salah jika keduanya bernilai salah.            
         Tabel nilai kebenaran Disjungsi
p
q
pq
B
B
S
S
B
S
B
S
B
B
B
S

1.4. Operasi Implikasi.
        Operasi implikasi (kondisional) adalah operasi penggabungan dua pernyataan yang
         menggunakan kata hubung “ jika …. Maka ….” Yang dilambangkan “ “.
         Implikasi dari pernyataan p dan q ditulis  pq dan dibaca “ jika p maka q”.
         Pernyataan bersyarat pq juga dapat dibaca “ p hanya jika q” atau “ p adalah
         syarat cukup bagi q atau “ q adalah syarat perlu bagi p”.
         Dalam pernyataan pq
         p disebut hipotesa / anteseden / sebab
         q disebut koklusi / konequen / akibat

         Jika p dan q dua buah pernyataan maka pq salah jika p benar dan q
         salah,dalam kemungkinan lainnya pq benar.
          Tabel nilai kebenaran operasi implikasi

p
q
pq
B
B
S
S
B
S
B
S
B
S
B
B

1.5. Operasi Biimplikasi ( Bikondisional).
       Biimplikasi yaitu pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung  “……jika
       dan hanya jika …..” dinotasikan  “” . 
       Biimplikasi dari pernyataan p dan q ditulis  p  q  dibaca p jika dan hanya jika q.
       Pernyataan  p  q  dapat juga dibaca :
1)      p equivalent q
2)      p adalah syarat perlu dan cukup bagi q

Jika  pdan q dua buah pernyatan maka  p  q  benar bila kedua pernyataan tersebut mempunyai nilai kebenaran yang sama, sebaliknya p  q  salah bila salah satu salah , atau salah satu benar .
       Tabel nilai kebenaran operasi Biimplikasi.
           
p
q
pq
B
B
S
S
B
S
B
S
B
S
S
B

1.6. Menentukan Nilai Kebenaran Pernyataan Majemuk.
       Dari pernyataan-pernyataan tunggal  p,  q,  r,  . . . dan dengan menggunakan operasi-opersi
       pernyataan  negasi (~), konjungsi (), disjungsi (), implikasi () dan biimplikasi ()
       dapat disusun suatu pernyataan majemuk yang lebih rumit.
        Contoh : 1)  ~( p  ~q)
               2)  ~
        3) 
       Nilai kebenaran pernyataan majemuk seperti itu dapat ditentukan dengan menggunakan
       pertolongan tabel kebenaran dasar untuk negasi, konjungsi, disjungsi , implikasi dan
       biimplikasi yang telah dibahas di depan.Untuk memahami cara-cara menentukan nilai
       kebenaran pernyataanmajemuk yang lebih rumit ,perhatikan contoh berikut .
       Contoh 1: Tentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk  ~ ( p  ~q ).
        Jawab  :   
           
p
q
~q
( pq )
~ ( p  ~q ).
B
B
S
S
B
S
B
S
S
B
S
B
B
B
S
B
S
S
B
S


        Jadi nilai kebenaran pernyataan majemuk  ~ ( p  ~q ) adalah  S  S B S

C. Mendeskripsikan Invers, Konvers Dan Kontraposisi
       Dari suatu pernyataan bersyarat  “ p q ” yang diketahui dapat dibuat pernyataan lain
       sebagai berikut :
1)       q   p    disebut pernyataan Konvers dari p q
2)      ~p  ~q  disebut pernyataan Invers dari p q
3)      ~q  ~p  disebut pernyataan Kontraposisi dari p q
Untuk semua kemungkinan nilai kebenaran pernyataan-pernyataan komponen p dan q, hubungan nilai kebenaran konvers, invers, dan kontraposisi dengan implikasi semula, dapat ditunjukkan dengan memakai tabel kebenaran .
Tabel hubungan nilai kebenaran q   p, ~p  ~q , ~q  ~p  dengan  p q

Implikasi
Konvers
Invers
Kontraposisi
p
q
~p
~q
    p q

 p
~p  ~q
~q  ~p
B
B
S
S
B
B
B
B
B
S
S
B
S
B
B
S
S
B
B
S
B
S
S
B
S
S
B
B
B
B
B
B

        Dari tabel diatas ternyata :
Suatu implikasi yang salah konversnya benar, tetapi implikasinya yang benar

C.1. Negasi Pernyataan Majemuk
       Untuk menentukan negasi dari pernyataan majemuk dapat digunakan sifat-sifat negasi
       pernyataan majemuk pada tabel berikut ini:
Operasi
Lambang
Negasi
Konjungsi
Disjungsi
Implikasi
Biimplikasi
 atau

       Contoh : Tentukan negasi dari pernyataan majemuk berikut !
D. Menerapkan Modus ponens, modus tollens dan prinsip silogisme Dalam Menarik
     Kesimpulan
            Dasar-dasar logika matematika yang telah kita pelajari pada subbab terdahulu akan diterapkan lebih lanjut dalam proses penarikan kesimpulan . Suatu proses penarikan kesimpulan terdiri atas beberapa pernyataanyang dikeahui (disebut premis), Kemudian dengan memakai prinsip logika dapat diturunkan suatu pernyataan baru yang ditarik dari premis-premis semula (disebut kesimpulan / konklusi). Penarikan seperti itu disebut argumentasi. Kalau konjungsi dari premis-premis berimplikasi konklusi maka argumentasi itu dikatakan berlaku atau sah.Sebaliknya, kalau konjungsi dari premis-premis tidak berimplikasi konklusi maka argumentasi itu dikatakan tidak sah. Jadi suatu argumentasi dikatakan sah kalau premis-premisnya benar maka konklusinya juga benar.
            Dalam subbab ini kita akan mempelajari beberapa cara penarikan kesimpulan, diantaranya adalah Modus Ponens, Modus Tollens, dan Silogisme.
D.1. Modus Ponens
Jika  benar dan p benar maka q benar.
Skema argumen dapat ditulis sebagai berikut :

    . . . . . . premis 1
p              . . . . . . premis 2
                 . . . . .  kesimpulan / konklusi

       Dalam bentuk implikasi, argumentasi tersebut dapat dituliskan sebagai
      . Argumentasi ini dikatakan sah kalau pernyataan implikasi
       merupakan tautologi. Tautologi adalah sebuah pernyataan
       majemuk yang selalu benar untuk semua kemungkinan nilai kebenaran dari
       pernyataan-pernyataan komponennya.
       Tabel nilai kebenaran dari
p
q
B
B
B
B
B
B
S
S
S
B
S
B
B
S
B
S
S
B
S
B

       Dari tabel pada kolom (5) tampak bahwa  merupakan
       tautologi,jadi argumen tersebut sah.
D.2. Modus Tollens
Jika  benar dan  benar maka p benar
Skema argumen dapat ditulis sebagai berikut:



 . . . . . premis 1
~q        . . . . . premis  2
 

      ~p    . . . . . . kesimpulan / konlusi
   
       Dalam bentuk implikasi, modus tollens dapat dituliskan sebagai ,sah
       atau tidaknya modus tollens dapat diuji dengan tabel kebenaran sebagai berikut !
       
       Tabel nilai kebenaran
      
p
q
~p
~q
B
B
S
S
B
S
B
B
S
S
B
S
S
B
S
B
B
S
B
S
B
S
S
B
B
B
B
B

       Dari tabel pada kolom 7 tampak bahwamerupakan tautologi. Jadi
       modus tollens merupakan argumentasi yang sah .

D.3. Silogisma
Dari premis-premis dan dapat ditarik konklusi . Penarikan kesimpulan seperti ini disebut kaidah silogisma . Skema argumnya dapat dinyatakan sebagai berikut :

 . . . . .       premis 1
 . . . . .       premis 2
. . .        kesimpulan / konklusi

Dalam bentuk implikasi, silogisme dapat dituliskan sebagai  sah atau tidaknya silogisme dapat diuji dengan tabel kebenaran sebagai berikut :

Tabel nilai kebenaran .

p
q
r
B
B
B
B
B
B
B
B
B
B
S
B
S
S
S
B
B
S
B
S
B
B
S
B
B
S
S
S
B
S
S
B
S
B
B
B
B
B
B
B
S
B
S
B
S
B
S
B
S
S
B
B
B
B
B
B
S
S
S
B
B
B
B
B

     Dari tabel pada kolom (8) tampak bahwa  merupakan
     tautologi. Jadi silogisme merupakan argumentasi yang sah.